Bagaimana Semestinya Kita Berinteraksi dengan Al-Qur’an?


:’)

Majelis Ta'lim Salman ITB

*kisah berhikmah*

Menghadirkan-Nya dalam Tilawah Kita

Seorang pemuda belia, demikian terkutip dari Ibn Al-‘Arabi dalam Futuhut Al-Makkiyah, menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi suatu pagi. “Wahai Guru,” ujarnya, “semalam aku mengkhaamkan Al-Qur’an dalam shalat malamku.”

Sang Guru tersenyum. “Bagus, Nak,” ujarnya. “Dan nanti malam tolong hadirkan bayangan diriku di hadapanmu saat kau baca Al-Qur’an itu. Rasakan seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca.”

Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya. “Ya Ustadz,” katanya, “semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Al-Qur’an itu.”

“Engkau sungguh telah berbuat baik,” sang guru menepuk pundaknya. “Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkanlah wajah para shahabat Nabi yang telah mendengar Al-Qur’an itu langsung dari Rasulullah. Bayangkanlah baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu.”

Pagi-pagi sang murid sudah datang dan mengadu. “Duh Guru,” keluhnya, “semalam bahkian hanya sepertiga yang hanya dapat saya lafalkan.”

“Alhamdulillah, engkau telah berbuat baik,” kata sang guru…

View original post 272 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s