0


Bertemu dengan diri sendiri yang dulu.

Saya sering geregetan sama diri sendiri karena cerita sesederhana apapun, bisa sampai membuat saya terharu dan tidak bisa menahan air mata. Sampai akhirnya, beberapa tahun lalu saya membuat resolusi, saya tidak akan mudah dibuat menangis oleh apapun. Lalu hal itu pun terjadi. Rasanya memang sudah lama sekali saya tidak menangis karena terharu.

Sampai akhirnya hari ini.

Dengan niat awal menyelesaikan 5 buah portofolio, saya iseng membuka wordpress. Lalu saya menemukan tulisan teman-teman saya di dashboard dan saya terhanyut. Sampai terharu dan sampai menangis. Hehe. Memalukan.

Saya baru ingat lagi rasa nikmat “hilang” saat blogwalking. Oh, itu kabarmu sekarang

Doaku dari sini untuk kalian semua.

Sayang kalian karena Allah swt. :*

0


Jam baru menunjukkan pukul 00.30 tapi karena buli buli penuh terpaksa berjalan ke kamar mandi. Seperti biasa, tidur cepat, bangun cepat. Tapi ya bangunnya ga jam segini juga. Melakukan ini dan itu hingga tertidur 1.5 jam sebelum waktu shubuh. 2 menit menjelang waktu subuh mata sudah kembali terbuka dan mulailah rutinitas harian. Oh ya, hari ini saya oncall. Padahal inginnya berleha-leha. Olah raga harian sudah. Saya memutuskan memasak nasi untuk sarapan. Tapi beras habis. Sebaiknya saya membuat kopi. Tapi teko belum dicuci. Ada potongan2 sesuatu di dalamnya. Baiklah saya makan apel saja. Sudah agak siang saya berniat memasak mie. Tapi pancinya masih belum dicuci. Saya kembali ke kamar. Melihat gorden ruang tengah yang berjatuhan entah kenapa. Yang katanya ada bagian yang hilang karena jatuh jadi tidak bisa diperbaiki. Saya intip belakang kursi. Dia hanya jatuh. Tidak hilang. Makin pusing makin lapar. Akhirnya saya cuci panci untuk memasak mie. Semua alat masak bekas saya, saya cuci kembali. Teko untuk memasak airpun saya cuci. Saya memutuskan untuk ke supermarket terdekat untuk membeli beras dan sabun cuci piring. Badan rasanya sakit-sakit dan saya marah-marah karena alasan sepele. Saya melihat kalender. Memang sudah waktunya. Setelah ini saya akan memperbaiki gorden dan merapikan hasil belanjaan tadi. 

0


Hampir 6 bulan saya meninggalkan tanah Jawa. Setelah pengumuman UKMPPD yang sangat mendebarkan itu, lalu mengurus dokumen-dokumen untuk persiapan internship, wisuda, serta sumpah dokter, akhirnya saya menjalani keseharian sebagai seorang dokter internship di luar Jawa (sesuai dengan keinginan selama ini merantau keluar pulau), tepatnya di Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Rasanya, saya betah. Hehe. Bukan berarti disini hidup tanpa hambatan rintangan. Tapi, ya semuanya bisa dilalui. Dan karena sekarang saya hidup berlima di sebuah rumah kontrakkan yang cukup besar dan berbagi satu kamar dengan seorang teman, jarang sekali saya bisa berkontemplasi sendiri seperti di rumah dulu. Bahkan ini salah satu kesempatan langka bisa berada di rumah sendiri, ditemani kipas angin tentunya.

Semoga lancar lancar sampai internship ini selesai… Amin

0

Pengumuman UKMPPD Sept 2015 (Late Post)


4.19

3 menit lagi waktunya shalat subuh.
Dan hari ini adalah hari pengumuman hasil ukmppd yang dijanjikan panitia. Wahai Allah… Degdegan…

Insyaallah nanti jam 8an ke atm buat beli pulsa. Jd bisa nambah paket data dan bisa memantau hasil ukmppd. Itu yg saya rencanakan pada awalnya.

Eh, tapi penasaran. Kl ga salah ada bbrp kb lagi. Coba deh nyalain dulu bentar. Siapa tau ada kabar apa.

Lalu muncul notif wa. Dari temen sma. Tiba2 bahas nama. Selintas dibaca nama terpanjang blablabla. Langsung palpitasi. Jangan jangan….

Pas dibuka.

20150925054650d409c266f87417b6

Ya Allah…
Langsung sujud syukur sambil cirambay. Sayup sayup saya dengar juga suara adzan subuh.
Ya Allah…
Maka nikmat tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan?

Lalu saya pun shalat subuh.
Setelahnya, saya hhc kabar teman2 seperjuangan. Akhirnya saya korbankan saja pulsa yang ada *meski rugi haha* biar lbh update. Dengan semangat untuk memberi tahu teman2 bahwa hasil ukmppd sudah ada.

Ratusan notif line bermunculan dari berbagai grup dan pm.
Eh. Ternyata udah pada tahu hasilnya. Dari jam21. Gubrak.

20150925055158d409c266f87417b620150925055430d409c266f87417b620150925055443d409c266f87417b6

Haha. Dan tebakannya benar.
Deep sleep.
Adrenalin rush.
Nangis nangis sendiri.
Histeris sendiri.
Dan orang lain udah melewati fase itu tadi malem.
Gubrak.

Alhamdulillah ya Allah.
Semoga kita semua amanah ya dengan ilmu-ilmu yang kita miliki. Jadi dokter yang life long learning. Da ini mah cuma 1 fase dari berbagai fase yang akan kita hadapi selanjutnya setelah menjadi dokter.

Makasih banyak buat koas ciamik. Dari masa masa newbie pas obgyn dengan jasko terkancing

20150925060020d409c266f87417b6

Anak yg udah nambah personil

20150925060200d409c266f87417b6

Bedah juga nambah personil

20150925060956d409c266f87417b6

Ipd ga foto ihh

Ditutup sama ikm yang banyak menguras emosi tapi berakhir bahagia

20150925061048d409c266f87417b6

Dilanjutkan sampai anggotanya lintas kelompok besar.

20150925061240d409c266f87417b6

Makasih banyak ya teman teman… Tanpa kalian, ga kebayang mengarungi rimba ukmppd sendirian kaya gimana. Meski suka lasut lasut. Ya gapapalah hahaha.

Temen ngerandom nur dan nun.

Temen temen kelompok kecil yang barengan ngejalanin lika liku emosi koas *da semuanya teh emosian haha drama dasar* oliv dewir hasif rangga mala ezaz harvin andus darsh teh cen iffa thani
Temen temen kelompok besar. Apalagi yg konflik konflik cem gem pas forensik berlanjut konflik ipd. Haha.
Semua perfecten, makasih banyak semua.

Kakak kakak anak-anak dodol yang udah banyak memotivasi. Haha cem teh gonti yg supply banyak sumber bacaan ukmppd sampe aku nyaris ga usah ngemodalin lagi sampe cem teh cendy yg secara random mengunjungi koas ciamik yg lagi stress menggila di tengah persiapan ukmppd sambil bawain bread talk gimana ga terharu coba. Juga kakak kakak kesayangannya ada 2 lagi teh anggie dan py. Minimal ngomongin kemaniakan lumayan ya hiburan.

Adek adek cem herza mahdy oldy ridwan juga nih meski murninya banget cuma 3 minggu tapi berkesan. Kelan belajar yang bener ya haha.

Preseptor preseptor yang meski sibuk tapi rela ngajarin kita koas koas ini. Pasien pasien yang juga guru-guru kita semua. Pak umar supply bubur sebelum beraktivitas. Teteh mesko. Dan semuanya. Terlalu banyak. Semoga Allah swt membalas dengan kebaikan berlipat ganda. Da saya mah ga bisa bales semuanya…

Juga buat mamah papah yg supportnya unlimited. Doa di setiap sujud. Setiap rupiah yang dikeluarkan. Harapan cemas takut sedih bahagia semuanya. Semuanya ga bisa saya balas satu satu. I love you, mah, pah…

Dan yang pasti, ini hanyalah 1 fase dari sekian banyak fase yang akan saya jalani nantinya. Dari 1 urusan ke urusan lainnya. Insyaallah. Semoga bernilai ibadah. Amin.

0

Puding


Makan malamku puding coklat. Sendok demi sendok pudding coklat mulai berpindah dari wadahnya ke perutku. Rasanya manis. Namun saat kutelan, kurasakan pahit yang tertinggal di ujung lidah. Enak. Aku suka. Namun rasanya puding mangga yang kemarin kubeli lebih enak. Tak masalah. Aku tetap suka.

Setelah makan, aku segera menuju kamar mandi. Ada urusan yang harus kuselesaikan. Dan entah dari mana pemicunya, tiba-tiba puding coklat itu berpindah kembali. Dari dalam perutku, ke lantai kamar mandi. Puding itu terus keluar sampai tidak ada lagi yang tersisa. Ia keluar, terus. Hingga rasanya sesak. Mataku serasa terbakar. Hidungku penuh. Aku tidak bisa bernapas dengan benar.

Kubuka lebar lebar keran bak di samping tanganku. Kugunakan airnya untuk membersihkan muntahan.

Yah, selamat tinggal puding coklat.

0


Rasanya campur aduk. Bahagia, sedih, terharu, optimis, takut. Semua ada. Dan ternyata, bisa merasakan berbagai macam hal itu membahagiakan.
Setelah tahu rasanya bahagia.
Setelah tahu rasanya tidak bisa merasakan apa-apa.
Setelah tahu rasanya benci semuanya tanpa alasan yang jelas.
Setelah tahu rasanya curiga pada semua.
Setelah akhirnya mencoba untuk merelakan.
Dengan pertentangan antara hati dan kepala. Antara feeling dan thinking yang sering berlawanan.

Akhirnya, perasaan bahagia itu muncul lagi.
Dengan kepala dingin yang mengendalikan hati dan akhirnya hati membimbing kepala.

Tangan ini mulai bisa menyusun batu bata batu bata kecil untuk membangun kembali bangunan yang kokoh.
Sedikit demi sedikit.
Keras kepada diri sendiri, tapi fleksible. Dan rela memulai lagi dari hal kecil.

Hal kecil yang diniatkan untuk dilakukan secara konsisten. Istiqamah.

Dan semua proses ini, membuat saya banyak bersyukur. Hal hal kecil yang biasa, menjadi terasa besar dan sangat saya syukuri.

Alhamdulillah ya Rabb.