Puding


Makan malamku puding coklat. Sendok demi sendok pudding coklat mulai berpindah dari wadahnya ke perutku. Rasanya manis. Namun saat kutelan, kurasakan pahit yang tertinggal di ujung lidah. Enak. Aku suka. Namun rasanya puding mangga yang kemarin kubeli lebih enak. Tak masalah. Aku tetap suka.

Setelah makan, aku segera menuju kamar mandi. Ada urusan yang harus kuselesaikan. Dan entah dari mana pemicunya, tiba-tiba puding coklat itu berpindah kembali. Dari dalam perutku, ke lantai kamar mandi. Puding itu terus keluar sampai tidak ada lagi yang tersisa. Ia keluar, terus. Hingga rasanya sesak. Mataku serasa terbakar. Hidungku penuh. Aku tidak bisa bernapas dengan benar.

Kubuka lebar lebar keran bak di samping tanganku. Kugunakan airnya untuk membersihkan muntahan.

Yah, selamat tinggal puding coklat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s