Meninggal


Hari ini saya bertemu Ibet yang sedang stase forensik. Lalu beliau cerita. Dalam 5 hari ini, sudah autopsi 12 mayat + 2 doa (dead on arrival). Keadaan korban macem-macem. Ga usah saya ceritain detail disini. Dan dari semuanya itu, pasti hadir yang namanya panggilan. On call namanya juga. Kehidupan ga tenang. Tidur ga nyenyak. Liat hp tiap jam, ada panggilan ga ya? Sampe mandi juga bawa hp. Diplastikin lalu digantung di kamar mandi. Setiap saat bawa tas yang udah penuh dengan persenjataan (jas lab, baju jaga, dan alat alat lainnya). Karena yang namanya on call, ga tau kan, kapan ditelpon. Bisa lagi leha-leha, bisa pas lagi nungguin.

Terus, Ibet bilang…

Kalau meninggal gitu juga kan? Kita ga akan pernah tahu dipanggil kapan. Dalam keadaan apa. Apa tas udah siap dengan semua perbekalan. Kita ga akan pernah tau.
Iya.

Iya.

Astaghfirullah.

Makasih, udah ngasih tausyiah ini, Bet :’)

2 thoughts on “Meninggal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s