Aside
0

Jadi, ada sebuah cerita.

Tiga orang bersahabat. Sahabat sejati ceritanya. Sahabat dunia akhirat, kalau kata saya. Soalnya mereka bersahabat atas nama jalan kebenaran. Bukan kebetulan. Ceritanya.

Suatu hari, mereka lulus dari sekolah menengah atas. Sudah jalannya begitu. Dua orang melanjutkan di universitas yang sama. Satu orang harus pergi jauh ke kota lain. Mereka harus berpisah. Secara fisik.

Lama sekali mereka tidak bertemu.

Hingga suatu hari setelah bertahun-tahun, mereka bertemu. Dua orang itu terkejut melihat perubahan satu orang. Katanya sih, penampilannya sudah terbawa arus. Tanpa prasangka, sang satu orang menyapa dan saling bertukar kabar.

Lalu satu orang itu bertanya, “Apakah kalian berdua masih melakukan hal yang kita janjikan sejak dulu? Saling mendoakan dari kejauhan.”

Dua orang itu merenung. Mereka lupa. Mereka hanya berprasangka saat bertemu satu orang, mengapa bisa berubah sedang dua orang tidak berubah. Mungkin karena itu. Doa.

Doa satu orang menjaga dua orang. Tapi dua orang itu lupa untuk mendoakan satu orang.

***

Itu hanya cerita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s