The Ring of Solomon [Cincin Solomon]


The Ring of Solomon [Cincin Solomon]The Ring of Solomon [Cincin Solomon] by Jonathan Stroud

My rating: 5 of 5 stars

Anggaplah novel ini sebagai fiksi belaka *da emang fiksi*

Buku yang merupakan prekuel dari trilogy Bartimaeus ini mengisahkan petualangan Bartimaeus di masa Raja Solomon berkuasa. Kekuasaan Raja Solomon, terutama karena cincinnya, membuat semua makhluk tunduk dalam kekuasaannya, termasuk kerajaan-kerajaan sekitar. Bartimaeus saat itu sedang menjadi budak Ezekiel *penyihir yang mengabdi pada Solomon*, dan karena kecerdikan dan kelicikannya, Bartimaeus bisa terbebas dari perbudakan dengan memakan masternya itu. Tapi sayang, ia bebas untuk kembali diperbudak, oleh Khaba *penyihir kesayangan yang juga mengabdi pada Solomon*.

Suatu hari, Kerajaan Sheba menerima peringatan, tunduk dalam kekuasaan Solomon dengan membayar upeti atau dihancurkan. Tidak terima diperlakukan secara semena-mena, Ratu Balkis memerintahkan Asmira – pengawalnya, untuk membunuh Raja Solomon dan mencuri cincinnya. Tugas bunuh diri.

Di lain pihak, karena kebodohan Bartimaeus, Khaba dan semua budaknya *termasuk Bartimaeus* dihukum oleh Solomon untuk menyisir daerah gurun dan membereskan perampokan-perampokan yang terjadi di sana. Disinilah awal mula pertemuan antara Asmira dan Bartimaeus. Bartimaeus menyelamatkan nyawa Asmira dari perampok gurun. Sebagi imbalan, dia meminta Asmira untuk membujuk Khaba agar membebaskannya. Asmira sendiri memanfaatkan kesempatan ini supaya bisa mendekati Solomon, sesuai dengan rencananya.

Khaba mengabulkan keinginan Asmira, tapi karena kenakalan-kenakalan yang Bartimaeus buat, Khaba membuatnya menjadi proses yang menyakitkan – dengan mengurung Bartimaeus di dalam botol. Botol itu hendak diberikan sebagai hadiah untuk Solomon. Asmira yang menyadari kemungkinan dirinya untuk segera bertemu Solomon itu tipis, memanfaatkan kesempatan untuk mencuri botol berisi Bartimaeus dari tangan Khaba.

Asmira menjadi master Bartimaeus! Berdua, berusaha untuk menembus penjagaan ketat kediaman Solomon. Twist-twist di akhir cerita yang tidak terduga, dimana ternyata Solomon itu sama sekali tidak jahat. Lalu bagaimana akhirnya nasib Solomon dan cincinnya? Serta Bartimaeus, Asmira, dan Kerajaan Sheba? Yah, silakan baca sendiri. Hehe.

Seperti trilogi pendahulunya, pembaca tidak akan dibuat bosan oleh narasi yang dibuat dari berbagai sudut pandang. Favorit saya: Bartimaeus. Karena dia lucu! Sinis tapi lucu. Terus footnote-footnote-nya yang ga penting. Tapi lucu. Hehe. Saya malah jadi pengen baca lagi triloginya, ada ga ya disinggung-singgung tentang ini.πŸ˜€

View all my reviews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s