Jujur


Teringat kisah mengenai seorang sahabat yang saat menjelang perang, mengazamkan diri bahwa beliau akan syahid dengan cara tertusuk di lehernya. Beliau menegaskan kalimatnya dengan menunjuk sebuah titik di lehernya. Lalu Rasulullah bersabda, bahwa jika ia jujur kepada Allah swt., maka apa yang ia katakan akan menjadi kenyataan. Ternyata, setelah perang berlangsung, sahabat Rasulullah tersebut ditemukan dalam keadaan persis sesuai dengan janjinya. Masya Allah.

***

Sangat tidak sepadan rasanya membandingkan kisah seorang sahabat tadi. Akan tetapi, bukankan perbuatan kecil bisa menjadi besar disebabkan niat? Pun sebaliknya, perbuatan besar bisa menjadi kecil disebabkan niat pula. Maka, mari kita niatkan semua yang kita lakukan hanya karena Allah. Insyaallah sekecil apapun kelihatannya, akan menjadi besar di mata Allah.

Katanya sih ujian keteguhan hati. Udah jujur belum sama Allah?

Pengen jadi dokter. Pengen banget ngerjain suatu topik skripsi. Pengen jadi orang amanah. Itu pengennya jujur? Yakin?

Tapi kok ngebiarain rasa malas bermetastasis? Males yang paling malignant yang pernah saya rasain. :_ Astaghfirullah.

Ujian keteguhan hati. Apa benar saya sudah jujur sama Allah?

Seperti sahabat tadi.

Dan kalau semua terasa makin berat, solusinya sederhana sih. Mendekat ke Allah sedekat-dekatnya.

Mau bergantung sama siapa lagi kalau bukan sama Allah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s