Ketika pohon terakhir ditebang,

Ketika sungai terakhir dikosongkan,

Ketika ikan terakhir ditangkap,

Barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang.

— Sebuah rambu di Bhutan

Bhutan, salah satu negara paling bahagia. Unik. Bukan dengan GDP, tapi dengan Kebahagiaan Nasioanal Bruto-nya. *emang kebahagiaan bisa dikalkulasikan? Kaebanyan orang nanya itu*

Unik, saat lampu lalu lintas ditiadakan karena masyarakat lebih menginginkan polisi untuk mengatur lalu lintasnya.

Yah, unik🙂

Kata Leo Tolstoy sih, “All happy families resemble one another, each unhappy family is unhappy in its own way. ”

Tapi nampaknya, setiap orang pun bahagia dengan caranya masing-masing.

Pertanyannya: kebahagian semu atau sejati?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s