Tarbiyah Hasan Al Banna dalam Jamaah Al Ikhwan Al Muslimun


Tarbiyah Hasan Al-Banna dalam Jamaah Al-Ikhwan Al-MuslimunTarbiyah Hasan Al-Banna dalam Jamaah Al-Ikhwan Al-Muslimun by Dr. Yusuf Al Qaradhawi

My rating: 4 of 5 stars

Perjuangan sangat ya mencari buku ini. Kosong dimana-mana, bro! Akhirnya setelah konsultasi ke Farah, ternyata Ilman punya. Dan voila, saya minjem aja lah ya hehehe.

Bukunya tipis dan kecil, 259 halaman saja (tulisan agak besar) bahasanya ringan ala terjemahan, banyak ngutip ucapan Hasan Al Banna. Dalam buku ini, Dr. Yusuf Al Qaradhawi membahas mengenai rambu-rambu dan karakteristik dari aspek tarbiyah Al Ikhwan Al Muslimun. Pada bagian pengantar penulis menyatakan bahwa pencapaian paling signifikan yang diraih Al Ikhwan adalah terbentuknya generasi baru Muslim yang memahami Islam secara benar, meyakini secara mendalam, mempraktikkannya dalam diri sendiri dan keluarga, berjuang meninggikan kalimatnya, menerapkan syaria’atnya dan menyatukan umatnya. Kunci dari terbentuknya generasi seperti ini adalah tarbiyah (pembinaan dan kaderisasi).
Lalu apa sajakah karakteristik tarbiyah?

1. Rabbaniyah
Iman tentunya merupakan keyakinan dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Jika beriman, maka kita akan beribdaha yang dalam arti luas adalah segala sesuatu yang disukai dan diridhai Allah. Tapi dalam hal ini, ibadah yang dimaksud adalah melakukan ketaatan dan pendekatan kepada Allah dengan cara melakukan ritual, dzikir, dan bersyukur. Diantaranya yang paling ditekankan adalah:

– Berpegang teguh pada sunnah dan menjauhi bid’ah karena bid’ah itu sesat.
– Menjaga hal fardhu.
– Shalat berjamaah.
– Menganjurkan pelaksanaan sunnah.
– Menganjurkan dzikrullah. Terutama yang bersifat ma’tsur (bersumber dari Al Quran dan As Sunnah) karena ungkapan dzikir yg ma’tsur tidak mungkin disamakan dengan ungkapan lain karena kandungannya sudah jelas, ia merupakan bagian dari ayat Allah yang sudah jelas. Kalau kata-kata dari manusia biasa, adakalanya berlebihan atau kekurangan, maka lebih baik tinggalkan hal yang meragukan. Jika berzikir dengan yang ma’tsur, akan medapat 2 pahala, berdzikir dan pahala menikuti (ittiba’).

2. Integral dan holistik. Tidak sekedar dari aspek ruhiyah saja, tapi juga dari segi akal, moral, jasmani, jihad, sosial, hingga politik.

3. Aktif dan membangun. Maka tingkatan perbuatannya pun jelas. Mulai dari memperbaiki diri sendiri, keluarga, masyarakat, kemerdekaan negara, mewarnai (mereformasi) pemerintahan, mengembalikan eksistensi global umat Islam, sampai menjadi guru bagi dunia.
Maka penjara thur pun bukanlah penjara lagi bagi anggota IM waktu itu, tapi merupakan perkemahan tetap dimana biaya transport, akomodasi, tempat tinggal, dan biaya lainnya ditanggung oleh pemerintah mesir. :_)

4. Proporsional dan seimbang. Disini dibahas mengenai pandangan terhadap masyarakat, nasionalisme, hingga mengenai berbagai sikap manusia terhadap dakwah.

5. Ukhuwah dan jamaah.
“Moyangku adalah Islam
Aku tidak memiliki moyang selainnya
Jika mereka berbangga dengan Qais dan Tanim”

Tingkatan cinta paling rendah adalah hati yang tulus sedangkan tingkatan cinta paling tinggi adalah sikap mengutamakan orang lain itsar. (Bukan it-sar, tapi i-tsar).

Subhanallah gimana cara ukhuwah ini bekerja. Saat di penjara, banyak anggota IM disiksa ga wajar tapi tetep bungkam untuk menjaga keamanan saudaranya. Saudaranya yang bebas membantu keluarga yang ditangkap dengan mengoordinir bantuan karena tulang punggung keluarga ditangkap. Hal ini membuat keberadannya terdeteksi dan ditangkap juga. Tapi tetap ada orang lain yang melakukan hal ini, tidak peduli risikonya. Dan somehow, ujian adalah berkah. Karena dengannya akan terlihat siapa kawan siapa lawan.

Di akhir buku penulis menyatakan bahwa jangan berpikir bahwa jamaah IM itu seperti malaikat yang bebas dari perbuatan salah. Mereka tetaplah manusia yang sangat mungkin berbuat salah. Maka kita berjamaah disini bukan karena fanatik atau ikut-ikutan saja. Tapi karena kita paham. Dan tentu, karena kita manusia, maka yang harus kita lakukan adalah saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

View all my reviews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s