size 14 is not fat either


Size 14 Is Not Fat Either (Heather Wells, #2)Size 14 Is Not Fat Either by Meg Cabot

My rating: 2 of 5 stars

Heather Wells kembali beraksi! Setelah semester lalu berhasil mengungkap insiden lift di asramanya, kali ini mantan bintang pop tersebut kembali terjebak di sebuah kasus. Ada kasus pembunuhan yang terjadi di Fischer Hall (lagi). Tiba-tiba ditemukan sebuah kepala di kafetaria Fischer Hall. Kepala seorang pemandu sorak, Lindsay (hmmm, ok emang agak mengerikan).

Dari sini, meski sudah diperingatkan Cooper (detektif swasta, pemilik apartemen, sekaligus kakak mantan tunangannya) dan Detektif Canavan (detektif dari kepolisian yang menangani kasus ini), Heather entah kenapa selalu tersedot untuk selalu menangani masalah ini. Superman complex kalau kata Cooper. Dari mulai menanyai teman sekamar Lindsay, teman sesama pemandu sorak, pacarnya, hingga semua orang yang berhubungan dengan Lindsay sebelum ia terbunuh.

Kimberly, teman Lindsay (sesama pemandu sorak), seolah mengarahkan Heather untuk mencurigai teman sekamarnya. Karena hubungan mereka kurang baik. Pada suatu malam saat berlangsung pertandingan basket, Heather menyaksikan secara langsung Manuel (pekerja di kafetaria Fischer Hall) ditikam berulang-ulang oleh sekelompok pria bertopeng bola basket. Sambil terengah-engah kehabisan darah, Manuel memberi petunjuk mengenai seseorang bernama Steve.

Lalu Kimberly kembali memberi petunjuk seolah-olah Lindsay memiliki hubungan khusus dengan Pelatih Andrew (Pelatih basket di New York College). Nama pelatih itu Steven Andrew. Maka kecurigaan pun berubah.

Sepanjang buku ini, pembaa dibuat menebak-nebak siapa pembunuh sebenarnya dan apa motifnya. Bermunculanlah nama Doug Winer dan kakaknya, Steve Winer. Lalu, siapakah pembunuh Lindsay sebenarnya? Kali ini Heather kembali membahayakan nyawanya, demi membersihkan nama baik Fischer Hall, bahwa “gedung tinggal” ini bukanlah Asrama Kematian. Penasaran? Silakan baca sendiri😀

***

Menurut saya gaya bahasanya Meg Cabot banget. Monolog, tapi alur berpikir si tokohnya cepet, jadi ga ngebosenin. Cuma satu hal sih. Dari judulnya, saya ga nyangka aja ini cerita tentang detektif dan kasus pembunuhan. Cover bukunya aja kaya gitu.
Yang bikin penasaran sebenernya adalah, bagaimanakah kelanjutan hubungan Heather dan Cooper? Hmmm…

View all my reviews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s