Api Sejarah


Api SejarahApi Sejarah by Ahmad Mansur Suryanegara

My rating: 3 of 5 stars

Telor pecah (lagi) sodara-sodara! Setelah nyaris 3 tahun, alhamdulillah tamat juga. O:) bukan karena bacanya lelet, tapi karena emang ga disentuh-sentuh.

Apa sih isi buku ini? Buku ini berisi tentang sejarah Indonesia yang ga akan kita temui di bangku-bangku sekolah. Perasaan dari SD sampe SMA ya sejarah Indonesia gitu-gitu aja. Tapi subhanallah ya ternyata, banyak fakta yang tidak diungkap. Istilahnya disini “deislamisasi”. Beuh, kalo dari dulu tahu apa yang sudah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kita, harusnya sih Indonesia ga melempem kaya sekarang. Sedih ga sih liat pemuda masa kini? *brb bercermin*

Dulu kalau belajar sejarah, yang jadi sorotan adalah nama, tanggal (malesin banget kan ya? haha). Ga bisa dipungkiri di buku ini juga banyak tanggal, ditulis dalam 3 versi lagi (masehi, hijriyah, dan jawa yang legi-legian itu), tapi disni wawasan kita dibuka dan bikin mikir. Latar belakang seseorang melakukan sesuatu kaya misalnya, kok bisa ya, masih menjabat sebagai ketua sebuah partai, tapi keluar dan bikin partai baru? Itu ada alasannya. Seperti yang kita ketahui, banyak banget organisasi dan partai di masa-masa menjelang kemerdekaan.

Selama ini kita tahu bahwa kebangkitan nasional itu sejak 1908, pada waktu berdirinya Boedi Utomo. Padahal, apalagi yang udah baca Tetralogi Buru Pramoedya Ananta Toer pasti ga asing lagi, Syarikat Dagang Islam lebih dulu berdiri, !905. Dan SDI keanggotaannya ga sebatas priyayi, bangsawan Jawa, tapi semuanya. Bahasa yang digunakan pun bahasa melayu pasar yang merupakan cikal bakal bahasa Indonesia. Kan kalo Boedi Utomo mah pake bahasa Jawa. Ini sedikit perspektif aja sih.
Banyak lagi fakta-fakta lain yang jarang diungkap semisal Kesultanan Samudra Pasai (1275 M) yang berdiri terlebih dahulu dibandingkan Majapahit (1294 M). Kan kalo di sekolahan, saya juga ingetnya itu urutan sejarah itu Budha lewat Sriwijaya-Hindu lewat Majapahit-Masa Islam-Dateng penjajah-Kemerdekaan.

Disini juga digambarkan bahwa penggerak rakyat itu ya ulama-ulama. Orang-orang yang dibuang itu, Digoelis (yang dibuang ke Boven Digoel) rata-rata orang yang paham Al-Quran. Wong kajiannya juga disana ternyata adalah Al-Quran. Padahal katanya sih, alasan Belanda membuang para tokoh karena mereka mengkaji Marxist. Tapi kenyataan berkata lain. Penjajah bukannya ga sadar akan peran para ulama. Ada taktik yang beken banget nih, divide and rule atau pecah belah. Kalo semua orang bersatu buat memperjuangkan Indonesia yang zelfbestuur, ya kan gawat juga. Maka sengaja dibikin isu, biar orang-orang Islam yang militan banget berjuang, malah memperdebatkan hal-hal kecil macem foto itu haram apa nggak. Masalah-masalah cabang dah pokonya. Ckckck Makanya ya kalo sekarang masih juga kejebak masalah cabang, apa kita ga belajar dari masa lalu? Syedih :’’’

Emang penting banget ya sejarah?

Kalau menurut Ust. Rahmat Abdullah (yang saya baca dari kata pengantar Manhaj Haraki), dulu kaum muslimin itu masih punya disiplin ketat dalam kerangka keilmuan yang terdiri dari aqidah, syariah, dan akhlak. Dulu 3 kajian ini cukup untuk membentuk sesosok pribadi muslim yang taat, sadar kewajiban kepada Allah dan ikut berperan serta di masyarakat. Tapi, ternyata ada 1 mata rantai yang putus, ada yang terlewat. Apakah itu? Kajian sirah dan sejarah Islam. Padahal dari sana kita bisa mewarisi spirit umat Islam yang kaya dan militan. Karena hal ini terputus, maka melemahlah semangat kaum muslimin. Menurut beliau, pemahaman dan penghayatan sejarah masa lampau adalah keharusan bagi pembangunan suatu umat.

Kalau kita tahu orang terdahulu sudah mencapai titik A, masa zaman sekarang kita lebih rendah dari titik A. Tentu akan ada semangat untuk melakukan hal yang lebih. Maka inilah pentingnya memahami sirah dan sejarah Islam.

Loh kok jadi ke sirah dan sejarah Islam ya? Hubungannya adalah, ternyata sangat erat. Kemerdekaan Indonesia tidak akan terjadi kalau ulama-ulama dan santri-santrinya (bersama rakyat juga) tidak berjihad untuk membebaskan tanah air ini dari penjajah. Saya percaya, sejarah Indonesia itu bagian dari sejarah Islam juga. Makin bangga. Mestinya makin nunjukin kalau Islam itu rahmatan lil ‘alamin. :’’’

View all my reviews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s