Pendidikan dan Jatinangor


Sebenernya pengen artikel yang ada rasio guru:murid di Jatinagor dan dihubungin dengan kualitas pendidikannya gimana. Yang saya temukan adalah data di atas. Bikin mikir, ini teh bener? Tapi da ada di http://sumedang.dapodik.org/index.php. Terus kata Nuni, mungkin selama ini guru yang ngajar ada, tapi bukan guru resmi. Haaa iya ini emang kurang nyari data dan belum dikasih (dan emang ga bener-bener nyari) kesempatan buat nyari data langsung. Paling ada di http://st288653.sitekno.com/article/35561/ipm-bidang-pendidikan.html Rata-rata rasio jumlah guru SD-MI dengan murid SD-MI  di Jatinangor adalah 1:24. Tapi ga tau kualitasnya gimana. Kamana hungkul atuh, neng? Susah nyari berita tentang pendidikan di Jatinagor (parameter susahnya adalah kalo di search di google susah nemu yang sesuai dengan keinginan. Haha subjektif emang).

Tapi tiba-tiba ada deng, di klik-galamedia.com😀 Ada khusus tentang Jatinangornya pula. Tepatnya di http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20111010015641&idkolom=jatinangor

Kata berita yang terbit Senin, 10 Oktober 2011 ini (versi singkat)

Rencana perluasan SMAN Jatinagor saat itu masih terhambat karena tanahnya masih digunakan oleh warga. SMAN Jatinagor terletak di Kampung Cisaladah RT 03/RW 07 Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Menurut Kepala Tata Usaha SMAN Jatinangor, H. Oteng, S.Sos, jika dilihat dari tata letak, SMAN Jatinangor merupakan satu-satunya sekolah yang berada di kawasan pusat pendidikan (Jatinangor). Namun lokasi bangunannya terjepit rumah warga. Kondisi ini menghambat perluasan sekolah.

Pemprov Jabar sudah menyosialisasikan pengosongan tanah, tapi warga enggan melaksanakannya. Menurut Oteng, pengosongan lahan milik Pemprov Jabar tersebut sangat penting untuk pengembangan dan perluasan sekolah. “Lahan tersebut sangat dibutuhkan untuk lapangan olahraga dan ruang belajar siswa. Setahu kami warga menolak pindah. Alasan mereka, belum ada kesepakatan dalam hal ganti rugi,” katanya.

Lalu, bagaimana sekarang? Saya sendiri belum tahu bagaimana hasil musyawarah antara warga, pihak sekolah, dan pemerintah. Di satu sisi, fasilitas sekolah memang menunjang pendidikan siswa. Siswa dapat lebih berkembang, kualitas pendidikan meningkat. Meski kalau saya baca Laskar Pelangi, seminim apapun bisa asal berusaha. Di sisi lain, bagaimana dengan nasib warga yang diminta mengosongkan tanahnya? Nanti tinggal dimana? Apa ganti ruginya cukup? Hayo loh, bingung kan. Gapapa. Bingung itu bagus, berarti mikir.

Ada yang punya ide solusi konkretnya apa? Feel free to comment in my post🙂

One thought on “Pendidikan dan Jatinangor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s