Tersengat


Kenapa?
Saya suka kesel sama diri sendiri.
Kenapa terlalu banyak ‘kenapa? kenapa saya?’ yang terucap
Seolah harusnya bukan saya
Dan sebenernya, kenapa bukan saya?
Kenapa harus ada banyak ‘kenapa?’
Menghentikan langkah
Bukannya akan tetap baik-baik saja ya

Iya kah?

Baik-baik saja kah?

Apa mungkin perannya nanti hanya ‘tidak lebih hanya’
Terlalu banyak kenapa
Ga suka

Dan sekarang saya tersengat, tapi tidak tersengat
Tahu, tapi tidak merasa
Ada apakah?

Apa kabar iman? Apa kabar jiwa?
Seberapa dekat diri ini dengan pemiliknya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s