Apelnya apelnya apelnya!


9 Summers 10 Autumns9 Summers 10 Autumns by Iwan Setyawan
My rating: 2 of 5 stars

Jadi, siapakah bocah kecil berbaju merah putih yang selalu ingin pergi itu?

(Kenapa setiap beres baca buku, yang muncul itu pertanyaan ga penting seputar detail yang mungkin hanya bumbu belaka? Saya juga ga ngerti.)

Yang saya suka dari buku ini apa coba? Layoutnya! Sederhana elegan gitu dan enak dibaca.

Dari content, inspiratif. Saya suka bagian skripsinya. halaman 147

“I can imagine if there’s nothing in my pocket,
but I can not imagine if there’s no knowledge in my mind and religion in my heart.
They are my other suns in my life.”

Tapi saya ngerasa buku semacam ini emang lagi usum ya. Tentang perjuangan meraih pendidikan, berani bermimpi, berani mewujudkan mimpi. Gapapa lah ya, bagus, menginspirasi, bikin banyak bersyukur. Daripada macam bioskop setan-setan ga penting yang entah kenapa malah membludak atau sinetron-sinetron yang panjang banget ga tamat-tamat tapi terus aja diproduksi. Okay, out of topic.

Bagi yang suka puitis-puitis nyastra, mungkin bakal lebih suka baca buku ini. Haha. Bukan jenis kesukaan saya sebenernya. Tapi masih bisa dicerna oleh otak saya yang ga terlalu puitis nyastra. Bukan ga suka, tapi bukan favorit juga. Hehe.

Ah ya! Saya suka deskripsi detail buku ini tentang New York pun kota Batu dan semua setting tempat di buku ini. Bikin otak berimajinasi, merasa ikutan ada di sana juga. Kaya nonton bioskop gitu.

Maafkan atas review yang aneh ini.๐Ÿ˜€ Selamat membaca bagi yang sedang dan akan membaca! Worth to read๐Ÿ™‚

View all my reviews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s