Child Immunizations


Pendaftaran Pasien

1. Tanggal, bulan, dan tahun kunjungan.

2. Nama klien.

3. Alamat dan nomor telepon klien.

4. Umur dan tanggal lahir klien.

5. Jemis kelamin klien.

6. Udh dpt apa aja imunisasinya?

Penilaian Klien

1. Sekarang waktu yg tepat ga? Apa lg demam, sakit?

2. Berapa banyak dosis? DPT / polio yg keberapa?

3. Ada jadwal yg terlewat?

4. Bisa dikasih vaksin yg berbeda? Bisa, kl yg 1 disuntik, yg 1 dimakan.

5. Booster dose? Penambahan atau pengulangan (misalnya umur 3 tahun).

6. Kontraindikasi: absolute (hipersensitif syok anafilaksis? History?) dan relative (demam).

Penjelasan ke orang tua

1. Vaksin yg akan dikasih hari ini. Kapan harus kembali.

2. Jelaskan efek samping yg mungkin (demam, kejang, syok), jelaskan apa yg harus dilakukan kalo hal itu terjadi.

Penyiapan Vaksin

1. Tidak wajib pake glove, wajib cuci tangan.

2. Cek vaksin dan diluents: label masih nempel di vial? Apa vaksin dan diluents sesuai? Vaksin dan diluents kadaluarsa? Cek VVM (udh kena panas)?

Mengambil vaksin dari vial.

1. Pakai jarum dan suntikan yg steril dan sesuai ukuran.

2. Putar & kencangkan. Buka bungkusnya.

3. Ambil udara ke dalam suntikan dg menarik plunger. Udara dlm suntikan sama dg jml cairan yg diambil dr vial.

4. Dorong jarum melalui rubber stopper ke dlm vial vaksin.

5. Injeksikan udara ke dalam vial dengan menekan plunger.

6. Tarik vaksin keluar dr vial dg menarik plunger (vaksin akan keluar dg mudah krn udara yg tlh diinjeksikan mengambil tempatnya). Tutup dan arahkan ke atas, ketuk2 supaya udara ke permukaan. Tekan plunger untuk ngeluarin gelembung udara dan vaksin berlebih.

7. Baca skala pd tabung untuk memastikan jumlahnya sesuai.

8. Siap untuk menginjeksikan vaksin.

Rekonstruksi vaksin.

1. Masukkan jarum pencampur ke dalam vial vaksin atau ampula.

2. Pegang ujung plunger jarum pencampur diantara jari tengah dan telunjuk dan tekan plunger dg jempol. Diluent akan masuk ke vial vaksin.

3. Untuk mencampur diluents dan vaksin, tarik perlahan ke dalam suntikan dan injeksikan lagi perlahan ke ampula lagi. Ulangi beberapa kali.

4. Jika kita harus rekonstruksi lebih banyak vaksin jenis sama selama sesi, kita dapat taruh suntikan pencampur dan jarum pada rak sterilisasi untuk digunakan kemudian.

5. Bungkus vaksin yg telah direkonstruksi dlm foil untuk menjaganya dari kotoran dan cahaya matahari. Taruh di tempat teduh.

6. Taruh vaksin pd foam pad di vaccine carier.

7. Ketika tdk lagi butuh ampula diluents kosong, buang di safety box.

Memberi Imunisasi

1. Bersihkan kulit sebelum injeksi.

BCG (intradermal, 1 cm)

1. Gendong bayi (kaya mau sendawa) dan lepas pakaian dari lengan dan bahu.

2. Ibu harus memegangi bayi dekat dengan tubuhnya, menyangga kepala bayi dan memegang lengan dekat dg tubuh.

3. Pegang suntikan pd tangan kanan dg bevel menghadap ke atas.

4. Tarik kulit dari bagian tangan bawah dg jempol dan telunjuk, diregangkan lewat belakang.

5. Letakkan suntikan dan jarum hampir sejajar dg kulit bayi (150).

6. Masukkan ujung jarum di bawah permukaan tapi dalam ketebalan kulit sampai bevel masuk, ke arah bahu.

7. Jaga jarum tetap datar dg kulit, sehingga berada pada lapisan atas kulit saja, bevel tetap menghadap ke atas.

8. Jangan menekan terlalu jauh dan jangan mengarahkan jarum ke bawah (ntar jarumnya malah ke bawah kulit. Ntar malah jadi subkutan bukan injeksi intradermal).

9. Untuk menjaga jarum pada posisinya, letakkan jempol pada ujung bawah suntikan dekat jarum, tapi jangan sentuh jarumnya.

10. Pegang ujung plunger suntikan diantara jari tengah dan telunjuk tangan kanan. Tekan plunger dg jempol kanan.

11. Injeksikan 0.05 mL vaksin dan tarik jarum.

12. Di akhir suntikan, tdk usah pake alcohol lagi.

OPV (per oral).

1. Orang tua pangku anaknya dg menopang kepala anak, dan menghadap depan.

2. Dagu dan pipi harus kering. Bisa saja OPV tumpah.

3. Buka mulut bayi dg lembut, jempol pd dagu pada bayi kecil atau dg menekan kedua pipi dg lembut diantara jari2.

4. Teteskan 2 tetes vaksin dr penetes ke lidah. Jangan sampai penetes menyentuh bayi.

DTP (udh lsg ada diluents)/DTP – Hep B/Hep B (dlm 12 jam setelah …), Hib  intramuscular di paha.

1. Posisikan bayi menyamping pada pangkuan ibu dg seluruh kaki bayi telanjang.

2. Orang tua harus menjepit kaki bayi.

3. Regang kulit dg mencubitnya ke depan.

4. Masukkan jarum 900 (sisi paha).

5. Dg cepat, dorong seluruh jarum (atau 2/3) lurus ke bawah melalui kulit ke dalam otot. Injeksikan perlahan untuk mengurangi nyeri (sebelumnya diaspirasi) 0.5 mL.

6. Pakai alcohol lagi!

Measles (larutkan dulu!), Yellow Fever, JE: Subkutan, ½ syringe.

1. Posisikan bayi menyamping pd pangkuan ibu dg seluruh bagian lengan telanjang.

2. Orang tua jg hrs menjepit kaki bayi.

3. Cubit lengan bayi.

4. Dg cepat dorong jarum ke dalam kulit yg dicubit (jarum menghadap bahu) 450.

5. Untuk mengontrol jarum, sangga ujung suntikan dg jempol dan telunjuk tapi jgn sentuh jarum.

6. Suntikkan vaksin 0.5 mL (gak usah diaspirasi)

7. Pake alcohol lagi udahnya.

8. Buang jarum dan suntikan.

9. Taruh jarum dan suntikan ke disposal box. Untuk sekali pakai. Setelah sekali pemakaian, taruh langsung di kotak pembuangan. Untuk mencegah luka krn jarum, jgn pisahin jarum dg suntikannya.

9. Kalo kotak udh penuh: buang dan bakar.

10. Kubur sisa-sisa yg ada.

Penutup (habis vaksinasi tunggu 30 menit).

1. Tanggal, jam, & tempat imunisasi berikutnya.

2. Jml kunjungan yg klien harus lakukan supaya imunisasi lengkap.

3. Efek samping apa yg bisa muncul beserta cara mengatasinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s