Passion


Ada satu fenomena menarik dari adik laki-laki saya. Di setiap fase kehidupannya, dia selalu punya benda atau hal yang sangat dia sukai. Saya serius. SANGAT dia sukai. Sampe-sampe suka bikin orang rumah pusing karena dikombinasikan dengan sifat dia yang suka lupa nyimpen barang, padahal dia sendiri yang bawa-bawa.

Dia pernah sangat suka ikan yang kecil2 itu looh. Trus, biar bisa dibawa-bawa, dengan ajaibnya si ikan2 tak berdosa itu dimasukkan ke bekas botol shampoo. Ga kebayang kalo saya jadi ikan yang ada di dalam sana. Dibawa-bawa kesana kemari siang dan malam, tidur, duduk, berbaring, berdiri, berlari, bergerak. Kebayang kan? Sudah bisa dipastikan ikan-ikan itu mabuk laut. Jangan ditanya saat botol ini hilang (lebih tepatnya dia lupa nyimpen), semua terkena imbasnya.

Dia pernah sangat suka VCD-VCD yang dimasukkan ke wadah CD bergambar oreo. Nasibnya pun sama. Tapi setidaknya, dia benda mati.

Dia pernah sangat suka ikan yang di dalam ember (bukan versi botol shampoo). Saking sayangnya, setiap menit dikasih parab dan akhirnya ikan itu mati bukan karena kelaparan, tapi justru kebanyakan makan. Saking sayangnya, dia kasih obat penjernih air terus2an. Yaiyalah mati. Haha.

Dia pernah sangat suka bola (yang ini kayanya emang masih). Sampe beli semua pernak pernik bola dari sepatu, baju, bolanya, kaos kaki, dan lain-lain. Yang lucu, dia kalo main bola tetep nyeker. Ga mau sepatunya kotor. Sampe-sampe sepatu yang harusnya mendekam di garasi, di atas rak sepatu, mendadak jadi teman tidur alias di simpen di atas kasur, bayangkan! Dusnya ga boleh cacat. Ka toel saeutik, ngambek. Bajunya dilipet dengan presisi yang telah sangat diperhitungkan. Masalahnya, dia ga bisa ngelipet baju. Tapi kalo dilipetin orang, pasti salah. Yang ada bikin pusing orang.

Dia tau apa yang dia mau. Waktu mau solat subuh, ceritanya dia lagi berlatih solat berjamaah di masjid. Adzan subuh telah berkumandang dengan syahdu. Ayah saya sudah siap dengan sajadah, sarung, kopeh, dan sajadah untuk dibawa ke masjid. Sedang adik saya baru bangun. Kericuhan pun tidak dapat dielakkan. Pas lagi pake sarung, ada sesuatu yang adik saya cari. Ibu saya sampe kebingungan dan ayah saya mulai tak sabar. Udah adzan gitu loh. Taunya apa yang adik saya cari? Tak lain dan tak bukan adalah cap sarungnya. Jadi si cap itu harus ada dibawah, di depan kaki kanannya yang diukur secara presisi. Lalu garis hitam agak lebar yang ada di bagian atas harus tepat melingkupi bokongnya. Jika semua syarat itu tidak terpenuhi, bubarlah semuanya. Bener-bener ibu saya super lah sabarnya. Please, sarung mau gimana juga sama aja, kan ya? Tapi bagi adik saya tidak.

Mungkin terlalu panjang. Saya akhiri dengan 1 kisah. Akhir-akhir ini. Sejak awal semester genap, adik saya sangat suka sama yang namanya karate, tidak lain dan tidak bukan yang merupakan ekskul baru di SDnya. Yah, waktu jaman saya mah beum ada karate. Masyaallah, itu kan bajunya putih. Ga boleh kotor secuil pun, sabuknya diatur, sakahayang dia. Dengan ukuran presisi juga. Dan yang pasti, dia berlatih setiap saat. Ceritanya, saingan sama adik perempuan saya yang masih SD juga, dia ikutan taekwondo. Eneng pangais bungsu. Mereka berlomba-lomba mempraktekkan jurus2 andalan. Si eneng ini mah ringkih2 gimanaa gitu. Tapi tetep aja meladeni. Uyuhan. Soalnya saya pernah merasakan, kalo adik laki-laki saya mukul, itu nyaan dan sakit. Padahal dia kan bocah. Ga ngerti lagi. Pada prakteknya, tetep aja dia free style. Bilangnya sih karate.😀

Jadi apakah intinya? Setelah dipikir-pikir, saya suka banget adik saya yang penuh semangat. Menjiwai setiap aktivitasnya. Menjalani hidup dengan kesadaran penuh. Saya juga mau itu.

So where is the passion when you need it the most ?
- Bad Day, Daniel Powter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s