Sahabat Selamanya (via Majelis Ta’lim Salman ITB)


“Pastilah hatinya keras dan merasa suci. Dan itu membuat mereka mudah sakit hati, sulit menghargai, dan tak mampu memaafkan.” Astaghfirullah.

Di sisi lain, jika kita sedang mengingatkan orang lain, kita juga ingat, diri ini tidak sesuci Nabi Musa as dan orang yang diingatkan tidak seperti Fir’aun. Mengingatkan dengan cara yang ahsan🙂

Cahaya Keshalihan kadang membuat mata ini silau bahkan silaunya itu membuat mata ini tak melihat jika nasihat yang diberi itu, hakikatnya adalah bukti ukhuwah saling mengingatkan di jalan dakwah… tapi mungkin atas nama kita merasa paling benar yang ada justru ketersinggungan, ketika nasehat yang tiba dihadapan kita itu adalah sesuatu yang tak enak di didengar telinga… Tapi itu adalah konsekuensi, akibat perbuatan kita sendiri siapa yang meniu … Read More

via Majelis Ta'lim Salman ITB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s