Refleksi #1: Aku dan Posisiku sebagai Mahasiswa dan Mahasiswa Kedokteran


Hanya beberapa patah kata dan ternyata beberapa patah kata inilah yang telah mengantarkan saya kepada fase yang berbeda dalam kehidupan saya. Beberapa patah kata itu adalah nama, nomor peserta snmptn, kode jurusan, dan sepenggal ucapan selamat dari panitia penyelenggara SNMPTN. Tentu, bukan karena saya yang belajar keras, bukan pula karena doa-doa saya, tetapi saya yakin, ini semua karena Allah yang selalu mencurahkan kasih sayang kepada hamba-Nya.  Inilah skenario kehidupan saya yang telah Dia buat dengan segala kesempurnaan-Nya.

Fase berbeda, sekaligus fase baru ini, membuat saya menyadari satu hal. Bahwa saya sekarang sudah menjadi seorang mahasiswa. Saya sangat bersyukur akan hal ini. Akan tetapi ternyata, syukur ini meminta pelunasan hutang-hutangnya. Bahwa syukur, tak bisa sekedar mengucap “Alhamdulillah” atau mengadakan syukuran yang mengundang keluarga besar. Syukur ini meminta dibebaskan sebebas-bebasnya, sejauh-jauhnya, sejauh tangan ini bisa berbuat. Karena syukur berarti berbuat lebih banyak, mengeluarkan segala potensi yang dimiliki untuk melakukan lebih banyak hal yang bermanfaat.

Syukur ini berarti menjadi orang yang bertanggung jawab karena mmenjadi mahasiswa berarti mengulurkan tangan secara sukarela untuk menjalankan amanah. Tidak semua orang bisa berada di posisi saya sekarang. Padahal bisa jadi, banyak orang di luar sana yang lebih pintar, lebih kaya secara harta, lebih bijak, lebih dahsyat ikhtiarnya, dan lebih-lebih lainnya pada dari saya. Akan tetapi, ternyata saya adalah salah satu dari orang-orang terpilih itu. Maka sekali lagi, status ini adalah amanah yang pertanggungjawabannya bukanlah main-main. Pertama, bertanggung jawab kepada diri sendiri yang insyaallah unjung-ujungnya adalah mengharapkan ridho Ilahi. Kedua, bertanggung jawab kepada orang tua yang dengan keberadaan merekalah, saya bisa berada di sini. Ketiga, bertanggung jawab kepada masyarakat yang jika bukan karena mereka, besar kemungkinan menuntut ilmu di perguruan tinggi negeri seperti di Universitas Padjadjaran ini akan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Belum lagi dengan kenyataan bahwa menjadi mahasiswa bukanlah hanya cita-cita saya seorang. Maka jangan sampai saya menjadi oarng yang menyia-nyiakan amanah ini.

Saat ini, menjadi dewasa pun bukan lagi suatu pilihan, tetapi keharusan. Saya yakin dengan menjadi dewasa maka saya akan bisa lebih banyak menyerap berbagai ilmu yang akan saya terima nanti, dari sisi akademis (kedokteran) sampai pelajaran tentang kehidupan. Menjadi dewasa pun berarti menyadari keharusan menjalani amanah-amanah tadi dengan penuh tanggung jawab. Maka semoga nantinya saya bisa menjadi mahasiswa yang tidak hanya sekedar belajar di pergurruan tinggi seperti yang KBBI jelaskan (Kamus Besar Bahasa Indonesia: Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi.), tetapi juga bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarny bagi orang-orang di sekitar sejak saya masih di bangku kuliah.

Dalam pandangan saya yang awam ini, menjadi dokter artinya mengabdi. Ya. Mengabdi. Kepada nurani terabaikan, kepada nilai-nilai yang terlukai, kepada hak-hak yang tidak tertunaikan. Dokter itu adalah profesi yang mulia, maka perlu hati yang ikhlas untuk memulainya, minimal sejak di bangku kuliah. Ketika kita ikhlas, kita akan mencintai pekerjaan yang kita lakukan. Kecintaan inilah yang nantinya akan memacu kita untuk bekerja dengan lebih baik. Kecintaan ini tidak bisa datang dengan serta merta. Ia butuh untuk diperjuangkan, dibiasakan, dan dilatih. Maka disinilah saya, salah seorang dari mahasiswa kedokteran universitas padjadjaran yang akan berusaha dengan sebaik mungkin. Bukankah nantinya dokter itu adalah pemimpin dan abdi masyarakat? Apa jadinya jika itu dilakukan tanpa keikhlasan? Tanpa cinta? Maka menjadi mahasiswa kedokteran merupakan bagian dari pembelajaran secara teori dan simulasi untuk menjadi dokter sesungguhnya yang insyaallah akan bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitar, bukan hanya nanti saat gelar dokter sudah disandang, tetapi mulai saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s