Sepotong Episode Setelah Perang Hunain


Ada yang tahu Perang Hunain itu apa? cung cung!😀

Perang Hunain itu salah satu perang yang terjadi saat Rasulullah Saw. masih hidup. Tepatnya setelah penaklukan kota Mekah. Hunain sendiri sebenernya nama suatu lembah yang berdekatan dengan Dzul Majaz. Nah, menurut buku yang saya baca, Perang Hunain ini terjadi karena ada beberapa kabilah yang menolak tunduk setelah peristiwa Fathul Makkah sehingga melakukan perlawanan, semua harta benda, anak-anak, dan perempuan dibawa (kabilah yang melawan itu maksudnya).

Jumlah pasukan kaum muslimin pada perang ini banyak, sampai-sampai ada sebagian orang yang menganggap, kali ini mereka tidak mungkin dikalahkan. Ternyata, ketika sampai di lembah, pasukan kaum muslimin langsung diserang oleh musuh sampai pasukan tercerai-berai. Semuanya panik untuk menyelamatkan diri. Hingga yang tersisa di sekitar Rasulullah hanyalah beberapa orang dari muhajirin dan keluarga beliau. Rasulullah pun meminta Al-Abbas, pamannya yang bersuara paling lantang, untuk menyeru kepada para sahabat (kebanyakan orang-orang Anshar yang menjawab seruan ini) hingga akhirnya orang-orang muslim dapat membalikkan keadaan dan mendapatkan banyak sekali harta rampasan perang.

Ternyata, orang-orang Anshar yang telah berjuang di saat-saat kritis sehingga dapat membalikkan keadaan tidak mendapatkan jatah ghanimah. Muncullah kasak-kusuk di antara orang-orang Anshar. Akhirnya, Sa’d bin Ubadah memberanikan diri berbicara kepada Rasulullah mengenai hal ini. Maka Rasulullah pun mengumpulkan orang-orang Anshar di sebuah tempat, yang hanya orang-orang Anshar sajalah yang diizinkan masuk daaaaan, inilah salah satu bagian dari percakapan yang terjadi yang bikin hati dan mata saya anget. Subhanallah.

“Demi Allah, kalau kalian mau, sementara kalian bisa membenarkan dan dibenarkan, maka kalian bisa berkata, ‘Engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan, namun justru kami membenarkan engkau, dalam keadaan lemah dan kamilah yang justru menolong engkau, dalam keadaan terusir dan justru kamilah yang memberikan tempat, dalam keadaan papa dan justru kamilah yang menampung engkau’. Apakah di dalam hati kalian masih membersit harta keduniaan, yang dengan keduniaan itu aku hendak mengambil hati segolongan orang agar masuk Islam, sedangkan terhadap keislaman kalian aku sudah percaya? Wahai semua orang Anshar, apakah kalian tidak berkenan di hati jika orang lain pergi membawa domba dan unta sedangkan kalian kembali bersama Rasul Allah ke tempat tinggal kalian? Demi yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, kalu bukan karena hijrah, tentu aku termasuk orang-orang Anshar. Jika orang-orang menempuh suatu jalan di celah gunung, dan orang-orang Anshar menempuh suatu celah gunung yang lain, tentu aku memilih celah yang ditempuh orang-orang Anshar.Ya Allah, rahmatilah orang-orang Anshar, anak-anak orang Anshar, dan cucu orang-orang Anshar.”
-Rasulullah kepada orang-orang Anshar

Mengalirlah air mata orang-orang Anshar sampai janggut mereka basah.
“Kami ridho terhadap Rasulullah dalam masalah pembadian dan bagian.”

apakah kalian tidak berkenan dihati jika orang lain kembali membawa harta, jabatan, dan apapun itu sedangkan kalian kembali bersama Rasul Allah ke tempat tinggal kalian?

One thought on “Sepotong Episode Setelah Perang Hunain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s