Apa lagi?


Tidak seberat Asiah yang bersuamikan Fir’aun.
Tidak seberat Luth as. yang beristrikan orang yang termasuk ke dalam orang-orang yang diazab.
Tidak seberat Ibrahim as. yang berayahkan penyembah patung.
Tidak seberat Mus’ab bin Umair yang ibunya memintanya untuk murtad.
Tidak seberat Nuh as. yang anaknya memilih untuk tenggelam daripada beriman.
Lalu, apa yang menahan diri ini, untuk berkata lantang seperti Ummu Umarah
“Aku tidak akan mengeluh terhadap musibah yang menimpaku di dunia!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s